AF. Bassam Taqy Halaman: 74 (x + 64) Ukuran: 12.5 x 18.5 cm ISBN: Proses Harga: -
Buku ini hadir di tengah-tengah kaum muslimah sebagai pengingat bahwa haid bukanlah penghalang untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT. Haid adalah fitrah yang Allah tetapkan bagi setiap perempuan, sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Baqarah ayat 222. Di balik ketetapan ini terdapat hikmah dan rahmat yang besar.
Seorang muslimah yang sedang haid memang tidak dapat melaksanakan shalat dan puasa, namun pintu ibadah tidak pernah tertutup sama sekali. Justru di saat keterbatasan fisik ini, terbuka ruang ibadah batin yang lebih luas melalui dzikir, doa, dan amalan-amalan hati lainnya. Para ulama sepakat bahwa berdzikir kepada Allah diperbolehkan bagi wanita yang sedang haid. Bahkan, wanita haid dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, doa, dan shalawat.
Buku ini disusun secara sistematis mulai dari pembahasan fikih haid menurut Mazhab Syafi’i, hukum-hukum terkait, hingga kumpulan dzikir dan wirid yang lengkap dengan teks Arab, latin, dan terjemahannya. Diharapkan buku ini menjadi panduan dan penyejuk hati bagi para muslimah untuk tetap meraih pahala dan keberkahan di setiap kondisi, termasuk saat haid.
AF. Bassam Taqy Halaman: 296 (xii + 284) Ukuran: 12.5 x 18.5 cm ISBN: Proses Harga: -
Shalat adalah tiang agama dan kewajiban yang tidak pernah gugur dari seorang muslim selama akal dan kesadarannya masih ada. Namun, kehidupan sering kali menghadirkan kondisi yang tidak ideal, seperti karena sakit, perjalanan jauh, bencana, tuntutan pekerjaan, hingga tantangan teknologi modern yang membuat pelaksanaan shalat tidak selalu bisa dilakukan dengan cara sempurna.
Buku ini hadir sebagai panduan praktis bagi setiap muslim yang ingin tetap menjaga shalat dalam berbagai kondisi abnormal. Seluruh pembahasan disusun berdasarkan pendapat mu'tamad Mazhab Syafi'i dan dilengkapi dengan pandangan ulama kontemporer untuk menjawab persoalan-persoalan yang tidak dijumpai dalam kitab-kitab klasik.
AF. Bassam Taqy Halaman: 130 (x + 120) Ukuran: 12.5 x 18.5 cm ISBN: Proses Harga: -
Buku ini lahir dari sebuah kegelisahan tentang bagaimana agar seorang anak tetap bisa berbakti kepada orang tuanya yang telah tiada. Sebab, kematian bukanlah akhir dari segala hubungan. Justru di sanalah ujian sesungguhnya bagi seorang anak: apakah bakti kita berhenti di liang lahat, atau tetap mengalir sebagai sungai pahala yang tak pernah kering?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah, adakah kewajiban berbakti kepada kedua orang tuaku yang masih bisa aku lakukan setelah keduanya wafat?” Beliau menjawab, “Ya, yaitu mendoakan keduanya, memohonkan ampun untuk keduanya, melaksanakan janji mereka setelah wafatnya, menyambung silaturahmi yang tidak bisa tersambung kecuali melalui keduanya, dan memuliakan sahabat keduanya.” (HR. Abu Dawud)
AF. Bassam Taqy Halaman: 108 (xii + 96) Ukuran: 12.5 x 18.5 cm ISBN: Proses Harga:
Di tengah zaman yang bergerak begitu cepat, seorang ibu sering kali merasa tidak berdaya. Ia tidak bisa mengawasi setiap langkah anaknya 24 jam penuh. Ia tidak bisa membentengi buah hatinya dari seluruh ancaman dunia yang kian kompleks. Namun ada satu hal yang selalu bisa ia lakukan, kapan saja, di mana saja, dan tanpa syarat apapun, berdoa. Buku ini lahir dari kesadaran bahwa banyak ibu yang sebenarnya rindu untuk berdoa lebih khusyuk, lebih terarah, dan lebih bermakna, namun tidak tahu dari mana harus memulai. Sebagian merasa doanya terlalu sederhana, sebagian lagi tidak yakin apakah doanya benar-benar akan didengar. Buku ini hadir untuk menjawab semua keraguan itu. Buku ini adalah sebuah panduan praktis, berisi doa-doa pilihan yang bisa dipanjatkan seorang ibu untuk anaknya. Dilengkapi dengan wirid, dzikir, dan amalan-amalan yang dapat menjadi rutinitas harian seorang ibu. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dalil-dalil tentang keistimewaan doa ibu di sisi Allah, serta kisah-kisah nyata tentang bagaimana kekuatan doa seorang ibu bisa mengubah kehidupan anaknya.
Zein, Kutemukan Cintamu dalam Asmaul Husna adalah novel spiritual-romantis yang menyatukan kisah cinta dengan perjalanan menemukan Tuhan. Cerita ini mengisahkan tentang Zein, sosok yang hadir bukan sekadar sebagai pasangan, tetapi sebagai perantara hidayah. Dalam setiap pertemuan, percakapan, dan perpisahan, tokoh utama belajar memahami makna cinta melalui keindahan Asmaul Husna—nama-nama Allah yang penuh kasih dan kesempurnaan.
Buku ini menyajikan kisah yang lembut, reflektif, dan menyentuh hati. Pembaca diajak menyelami proses jatuh cinta yang tidak hanya berpusat pada manusia, tetapi berujung pada cinta yang lebih tinggi dan abadi. Setiap bab menghadirkan perenungan tentang kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa cinta sejati selalu menuntun pada kebaikan.
Novel ini cocok bagi pembaca yang merindukan kisah romantis bernuansa islami, penuh makna, dan sarat pesan spiritual yang menenangkan jiwa.